Carl & Ellie: Love & Life ^.^

       

Lagi sukaaa bangettt sama lirik lagu genre country yang satu ini (padahal biasa anti country lho ^^). Musiknya berupa ballad yang mendayu2, slow & romantic; tapi yang dalem itu liriknya… di You Tube ada yang post videonya lho dengan latar kisah kasih manis kakek Carl & nenek Ellie dari film animasi fave ak, UP ^-^  Jadi makin suka dech coz in my mind, penggambaran penggalan kisah di menit2 awal film UP itu sesuai dan nyambung banget sama lirik lagu ini … perpaduan yang sempurna

Ak ngga ngebahas film UP karna ak yakin semuanya pasti uda nonton, yg ak mau share hanya step by step life & love of Carl & Ellie berlatar belakang lirik2 indah dari seorang Alan Jackson …

Coba luangkan waktu anda meresapi bait2 lirik pada paragraf terakhir, you’ll find the true meaning of life, so touching & meaningful yet simple & ordinary ^.^

Remember When
By: Alan Jackson

Remember when I was young and so were you
And time stood still and love was all we knew
You were the first, so was I
We made love and then you cried
Remember when

Remember when we vowed the vows
and walked the walk
Gave our hearts, made the start, and it was hard
We lived and learned, life threw curves
There was joy, there was hurt
Remember when

Remember when old ones died and new were born
And life was changed, disassembled, rearranged
We came together, fell apart
And broke each other’s hearts
Remember when

Remember when the sound of little feet
was the music
We danced to week to week
Brought back the love, we found trust
Vowed we’d never give it up
Remember when

Remember when thirty seemed so old
Now lookin’ back, it’s just a steppin’ stone
To where we are,
where we’ve been
Said we’d do it all again
Remember when

Remember when we said when we turned gray
When the children grow up and move away
We won’t be sad, we’ll be glad
For all the life we’ve had
And we’ll remember when

Remember when

Remember when

    
Advertisements

I Wanna Grow Old with … Them ^.^

Lifetime Achievement Awards from @littlebezzy.com goes to … … … WESTLIFE … my fave Irish lad & my fave boys band for more than a decade ^.^

I dedicate this piece of writing specially for Mark, Nicky, Shane & Kian (errr… Bryan also) who have accompanied me for +/- 12 years with your beautiful lyrics & harmonious melodies. Keep up your good work guys !!!

Masih inget banget 12 taon yang lalu saat ak masi cupu2nya (imut maksudnya), masi make rok abu2, duduk di bangku es em a sambil ngemut permen lolly (hehehe ini mah ngarang aja)…saat itu hujan turun rintik2 setelah bel pulang sekolah berbunyi, ak bergegas keluar kelas, lagi masa badung2nya belum mau langsung pulang rumah \(“.”)/ ak nekad pergi sendiri naek becak (iya betulll becak di zaman itu masi bebas merdeka mondar mandir di keramaian jalan2 Jakarta. Tujuanku hanya 1: menuju toko buku tercinta Gramedia, yang terdekat (walau uda mulai badung tapi masi blom berani pegi jauh2 lah -.-) Wondering why I go there & what’s the relation with this page??? tenang… ini bukan cerita tentang buku & konco2nya lagi koq… ini murni, asli, jernih tentang W.E.S.T.L.I.F.E

Jadiii… kisahnya ak di Gramedia bukan untuk berburu buku, melainkan kaset (zaman itu di Gramed masih ada jual kaset lagu & ak sering kesana buat window shopping hihihi). Yah, mumpung hari itu ada rezeki, ak berniat membeli kaset Greatest Hits 911 – boys band jadoel yang lagi ak gemari karna personnel-nya yang imut, Lee Brennan plus lagu2nya yang emang catchy. Di masa itu sie blom bersinggungan dengan Westlife, baru sekedar tau single pertama mereka, Swear it Again (& swear I don’t like it! ak ga suka video clip nya yang simple dengan background tirai hijau itu), so ak sempat juga underestimate mereka, “Only another boys band” begitu pikirku >.<  tapiii… yang namanya takdir mah emang dasarnya ga ada yang bisa memperkirakan atau juga menolak.  Begitu tiba di deretan kaset2 yang terpajang, mataku mulai jelajatan, banyak banget pilihan2 yang menggoda selain 911. Dengan pikiran praktis sudah tiba di sini & mungkin nanti datang lain kalinya bakal lama (mencari pembenaran diri ^^) ak mulai memilah milah album lain untuk dibawa pulang. Jatuh pilihan pada album bersampul warna biru bergambar dua orang lelaki bule dengan self title Savage Garden, sepertinya worth to try, jadi bungkus dah. Mata rupanya masih belum puas & kembali menjelajah. Entah kenapa hari itu sepertinya ak sedang menggemari warna biru. Pilihan kedua jatuh pada album bersampul biru muda-putih, berlukis simple, 5 kepala (+wajah tentu saja) bule bertuliskan WESTLIFE – iya entah ada apa yang salah dengan indera keenamku saat itu sehingga ak memutuskan membeli kaset boysband yang lagunya baru ak kenal 1 buah & sempat ak underestimate pula!!! Dalam perjalanan pulang tak henti2nya ak bergumam, “Silly Me, why do I buy those cassettes???”

And then… segalanya terjadi dengan cepat, segala gumaman Silly Me tinggal sejarah, kenangan, historis bak dongeng Cinderella, begitu kaset si “underestimate boys band” dinyalakan, ak langsung terpana, tertegun dan bahkan terhipnotis oleh alunan merdu suara & musik mereka yang begitu menyatu. Kaset itu kemudian menjadi kaset yang paling sering ak putar berulang-ulang (untung pita kasetnya masi terjaga dengan baik), semua track dalam kaset itu ak dengarkan terus-menerus, menghafal liriknya, mencari maknanya, meresapi hikmahnya. Instingku memang tidak lah salah, selang beberapa saat kemudian demam Westlife meledak – mereka menjadi besar, esp in Europe & Asia – menjadi pujaan seantero abege pada masanya sampai mengadakan konser & mampirlah mereka ke tanah air tercinta. Tentu saja ak yang sudah mengklaim diri sebagai fans no 1 tidak mau ketinggalan, turut serta berburu tiket & larut dalam konser yang memabukkan itu (saat itu lah ak mengklaim diri had a crush on Nicky Bryne, salah satu personnel yang berambut pirang – sebelumnya ak suka Mark Feehily). Berturut2 album kedua, ketiga dst dst direlease & ak mengoleksi semua album2nya. Ak suka semuanya (my fave are World of Our Own & their 1st album, Westlife). Yang ak kurang suka hanya 1, album bertajuk Allow Us to be Frank yang memuat cover song bernuansa jazz dari si maestro, Frank Sinatra – salah genre, ak ga suka jazz 😦 Saat itu pula terjadi kegilaan ala remaja, mengumpulkan segala sesuatu berbau West Life. Ak mengumpulkan majalah, gambar, potongan artikel, pin, poster, pokoknya yang ada gambar mereka berlima; belum lagi mulai mengaku2 memodifikasi nama menjadi Hanny Bryne ^_^ All that madness becomes make sense just with one reason – I LOVE WESTLIFE ^.^

Berkat mereka pula, ak yang lahir di generasi 80an jadi kenal lagu2 lama angkatan om-tante ak macam Seasons in the Sun, Uptown Girl, I have a Dream, Total Eclipse of My Heart d-el-el. Setiap kali mereka mengeluarkan vid-clip baru ak senantiasa berburu VCD (masih zaman vcd nie) demi melihat aksi terbarunya. Sampai sekarang ak masih hafal lho video clip2 mereka, hafal liriknya pula, bahkan gerakan2 di video clip pun masi bisa kuingat dengan jelas. Ak menyukai lagu2 mereka yang berlirik dalam seperti favoritku, Flying Without Wings, The Rose (penggalannya pernah kuulas juga), sampai pada lagu2 lirik bertema cinta mereka yang abadi: My Love, Queen of My Heart, Evergreen. Tumbuh bersama lirik Westlife menjadikan ak merasa akrab dan jatuh cinta pada Bahasa English, keseringan mendengarkan lirik mereka, mencari2 arti di kamus mungkin juga menjadi salah satu alasan yang mempengaruhiku mengambil jurusan English Literature kelak.

Sekarang setelah lebih dari 1 dekade dihibur oleh suara, talenta, performance & musikalitas mereka yang bagiku sangat luar biasa, ak mengenang kembali perjalanan mereka yang masih eksis hingga kini, maka terciptalah selembar tulisan yang didedikasikan khusus untuk Nicky, Mark, Shane, Kian & Bryan (although he’s no longer the part of West Life). Tanggal 05 Oktober ini, West Life kembali akan mengunjungi Jakarta & mengadakan konser ke4 kalinya… apa daya kali ini ak ga bisa turut serta berburu tiket & melantunkan lagu2 mereka di konser (tiket mahal booo…berkali2 lipat dibanding konser terdahulu >.<) namun secercah harapan tetap terukir di dada, semoga konser mereka ditayangkan salah satu televisi disini atau bahkan diedarkan DVD nya mungkin?Teruslah menemani mimpi2ku West Life with your amazing voice & songs *.*

Go raibh maith agat Westlife; Thank you so much Westlife … hopefully our journey still continues until many many many more decades to go. Such as the lyrics of this song tells me:

I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing everything you do
I wanna grow old with you

Parade foto-foto West Life jadoel hingga terkini, enjoy with smile ^.^

 

  

   

Create a free website or blog at WordPress.com.