Sayin’ I Love You ^.^

I LOVE YOU ^.^

posting kali ini hasil co-past dari unknown source coz I love the writing & the thought behind it 🙂

When U Were Only 5 Yrs Old, I Said I… Love U…
U Asked Me: “What Is It?”
When U Were 15 Yrs Old, I Said I Love U….
U Blushed.. U Look Down And Smile..
When U Were 20 Yrs Old, I Said I Love U….
U Put Ur Head On My Shoulder And Hold My Hand.. Afraid That I Might Dissapear..
When U Were 25 Yrs Old, I Said I Love U….
U Prepare Breakfast And Serve It In Front Of Me, And Kiss My Forhead N
Said : “U Better Be Quick, Is’s Gonna Be Late..”
When U Were 30 Yrs Old, I Said I Love U….
U Said: “If U Really Love Me, Please Come Back Early After Work..”
When U Were 40 Yrs Old, I Said I Love U….
U Were Cleaning The Dining Table And Said: “Ok Dear, But It’s Time For U To Help Our Child With His/Her Revision..”
When U Were 50 Yrs Old, I Said I Love U….
U Were Knitting And U Laugh At Me..
When U Were 60 Yrs Old, I Said I Love U….
U Smile At Me..
When U Were 70 Yrs Old. I Said I Love U….
We Sitting On The Rocking Chair With Our Glasses On.. I’m Reading Your Love Letter That U Sent To Me 50 Yrs Ago..With Our Hand Crossing Together..
When U Were 80 Yrs Old, U Said U Love Me!
I Didn’t Say Anything But Cried.

We may not express it but when we say “I Love You” we want our partner also to say the same…
there are many ways of expressing love but nothing can play the same magic that these 3 words can play when said in return ♥ ♥

Advertisements

I Wanna Grow Old with … Them ^.^

Lifetime Achievement Awards from @littlebezzy.com goes to … … … WESTLIFE … my fave Irish lad & my fave boys band for more than a decade ^.^

I dedicate this piece of writing specially for Mark, Nicky, Shane & Kian (errr… Bryan also) who have accompanied me for +/- 12 years with your beautiful lyrics & harmonious melodies. Keep up your good work guys !!!

Masih inget banget 12 taon yang lalu saat ak masi cupu2nya (imut maksudnya), masi make rok abu2, duduk di bangku es em a sambil ngemut permen lolly (hehehe ini mah ngarang aja)…saat itu hujan turun rintik2 setelah bel pulang sekolah berbunyi, ak bergegas keluar kelas, lagi masa badung2nya belum mau langsung pulang rumah \(“.”)/ ak nekad pergi sendiri naek becak (iya betulll becak di zaman itu masi bebas merdeka mondar mandir di keramaian jalan2 Jakarta. Tujuanku hanya 1: menuju toko buku tercinta Gramedia, yang terdekat (walau uda mulai badung tapi masi blom berani pegi jauh2 lah -.-) Wondering why I go there & what’s the relation with this page??? tenang… ini bukan cerita tentang buku & konco2nya lagi koq… ini murni, asli, jernih tentang W.E.S.T.L.I.F.E

Jadiii… kisahnya ak di Gramedia bukan untuk berburu buku, melainkan kaset (zaman itu di Gramed masih ada jual kaset lagu & ak sering kesana buat window shopping hihihi). Yah, mumpung hari itu ada rezeki, ak berniat membeli kaset Greatest Hits 911 – boys band jadoel yang lagi ak gemari karna personnel-nya yang imut, Lee Brennan plus lagu2nya yang emang catchy. Di masa itu sie blom bersinggungan dengan Westlife, baru sekedar tau single pertama mereka, Swear it Again (& swear I don’t like it! ak ga suka video clip nya yang simple dengan background tirai hijau itu), so ak sempat juga underestimate mereka, “Only another boys band” begitu pikirku >.<  tapiii… yang namanya takdir mah emang dasarnya ga ada yang bisa memperkirakan atau juga menolak.  Begitu tiba di deretan kaset2 yang terpajang, mataku mulai jelajatan, banyak banget pilihan2 yang menggoda selain 911. Dengan pikiran praktis sudah tiba di sini & mungkin nanti datang lain kalinya bakal lama (mencari pembenaran diri ^^) ak mulai memilah milah album lain untuk dibawa pulang. Jatuh pilihan pada album bersampul warna biru bergambar dua orang lelaki bule dengan self title Savage Garden, sepertinya worth to try, jadi bungkus dah. Mata rupanya masih belum puas & kembali menjelajah. Entah kenapa hari itu sepertinya ak sedang menggemari warna biru. Pilihan kedua jatuh pada album bersampul biru muda-putih, berlukis simple, 5 kepala (+wajah tentu saja) bule bertuliskan WESTLIFE – iya entah ada apa yang salah dengan indera keenamku saat itu sehingga ak memutuskan membeli kaset boysband yang lagunya baru ak kenal 1 buah & sempat ak underestimate pula!!! Dalam perjalanan pulang tak henti2nya ak bergumam, “Silly Me, why do I buy those cassettes???”

And then… segalanya terjadi dengan cepat, segala gumaman Silly Me tinggal sejarah, kenangan, historis bak dongeng Cinderella, begitu kaset si “underestimate boys band” dinyalakan, ak langsung terpana, tertegun dan bahkan terhipnotis oleh alunan merdu suara & musik mereka yang begitu menyatu. Kaset itu kemudian menjadi kaset yang paling sering ak putar berulang-ulang (untung pita kasetnya masi terjaga dengan baik), semua track dalam kaset itu ak dengarkan terus-menerus, menghafal liriknya, mencari maknanya, meresapi hikmahnya. Instingku memang tidak lah salah, selang beberapa saat kemudian demam Westlife meledak – mereka menjadi besar, esp in Europe & Asia – menjadi pujaan seantero abege pada masanya sampai mengadakan konser & mampirlah mereka ke tanah air tercinta. Tentu saja ak yang sudah mengklaim diri sebagai fans no 1 tidak mau ketinggalan, turut serta berburu tiket & larut dalam konser yang memabukkan itu (saat itu lah ak mengklaim diri had a crush on Nicky Bryne, salah satu personnel yang berambut pirang – sebelumnya ak suka Mark Feehily). Berturut2 album kedua, ketiga dst dst direlease & ak mengoleksi semua album2nya. Ak suka semuanya (my fave are World of Our Own & their 1st album, Westlife). Yang ak kurang suka hanya 1, album bertajuk Allow Us to be Frank yang memuat cover song bernuansa jazz dari si maestro, Frank Sinatra – salah genre, ak ga suka jazz 😦 Saat itu pula terjadi kegilaan ala remaja, mengumpulkan segala sesuatu berbau West Life. Ak mengumpulkan majalah, gambar, potongan artikel, pin, poster, pokoknya yang ada gambar mereka berlima; belum lagi mulai mengaku2 memodifikasi nama menjadi Hanny Bryne ^_^ All that madness becomes make sense just with one reason – I LOVE WESTLIFE ^.^

Berkat mereka pula, ak yang lahir di generasi 80an jadi kenal lagu2 lama angkatan om-tante ak macam Seasons in the Sun, Uptown Girl, I have a Dream, Total Eclipse of My Heart d-el-el. Setiap kali mereka mengeluarkan vid-clip baru ak senantiasa berburu VCD (masih zaman vcd nie) demi melihat aksi terbarunya. Sampai sekarang ak masih hafal lho video clip2 mereka, hafal liriknya pula, bahkan gerakan2 di video clip pun masi bisa kuingat dengan jelas. Ak menyukai lagu2 mereka yang berlirik dalam seperti favoritku, Flying Without Wings, The Rose (penggalannya pernah kuulas juga), sampai pada lagu2 lirik bertema cinta mereka yang abadi: My Love, Queen of My Heart, Evergreen. Tumbuh bersama lirik Westlife menjadikan ak merasa akrab dan jatuh cinta pada Bahasa English, keseringan mendengarkan lirik mereka, mencari2 arti di kamus mungkin juga menjadi salah satu alasan yang mempengaruhiku mengambil jurusan English Literature kelak.

Sekarang setelah lebih dari 1 dekade dihibur oleh suara, talenta, performance & musikalitas mereka yang bagiku sangat luar biasa, ak mengenang kembali perjalanan mereka yang masih eksis hingga kini, maka terciptalah selembar tulisan yang didedikasikan khusus untuk Nicky, Mark, Shane, Kian & Bryan (although he’s no longer the part of West Life). Tanggal 05 Oktober ini, West Life kembali akan mengunjungi Jakarta & mengadakan konser ke4 kalinya… apa daya kali ini ak ga bisa turut serta berburu tiket & melantunkan lagu2 mereka di konser (tiket mahal booo…berkali2 lipat dibanding konser terdahulu >.<) namun secercah harapan tetap terukir di dada, semoga konser mereka ditayangkan salah satu televisi disini atau bahkan diedarkan DVD nya mungkin?Teruslah menemani mimpi2ku West Life with your amazing voice & songs *.*

Go raibh maith agat Westlife; Thank you so much Westlife … hopefully our journey still continues until many many many more decades to go. Such as the lyrics of this song tells me:

I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing everything you do
I wanna grow old with you

Parade foto-foto West Life jadoel hingga terkini, enjoy with smile ^.^

 

  

   

Especially for You Know Who ^.^

Specially posted for you on October 1st, 2011 ^.^

LUCKY 

Jason Mraz & Colbie Caillat

Do you hear me,
I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea
To an island where we’ll meet
You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you’re all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I’m lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

Dilemma ^.^

Huff… pusinggg… lagi dilema huhuhu curcol dah -.-

Gara2 dapat “pe er” beruntun menjelang weekend hadoooh bisa suram nie malming >.<  Pe er yang bikin pusing 7 keliling itu ak dapat dari atasan siang ini. Jadi ceritanya, masa percobaan ak uda ampir jatoh tempo & uda saatnya melakukan kegiatan evaluasi yang ak sangat amat yakin sekali hanya bersifat administratif semata. Tapi aktivitas yang hanya sekedar administratif ini justru yang bakal menganggu tidur nyenyak ak 😦

Coba bayangkan gimana ak ga pening2… atasanku memberikan 1 lembar form evaluasi & meminta ak bertapa selama sabtu-minggu ini dengan tujuan mengisi kira2 berapa skor yang pantas ak dapat (terbagi dalam kategori Very Good – Good – Less Good dan Very Poor) Yah klo boleh mah ak mau aja mengisi semua bidang yang dievaluasi dengan nilai Very Good tapiii masa iya ak akan melakukan hal itu??? nanti apa pendapat atasanku? (walaupun ak sempat bilang dg nada bercanda, klo ak yang isi berarti nanti atasanku ga boleh ngubah2 lagi hahaha, maunyaaa…) Well, klo untuk mengevaluasi hasil kerjaku sampai saat ini, ak emang cukup pede klo rapor kali ini cukup baik, masa adaptasi juga sepertinya berhasil, team work terjalin dengan baik & cukup kokoh, dan tugas2 yang dikasih selama ini dapat ak kerjakan dengan lancar walau masih ada kekurangan disana sini (hellooo nobody perfect, right –> ngeles kyk bajaj)

Bidang2 yang dievaluasi termasuk disiplin, tanggungjawab, attitude, inisiatif, kemampuan kerja,pencapaian target, dan teamwork. Klo ak maunya ngasih nilai Very Good semua wkakakakakakk tapi nanti dinilai terlalu optimis & lebay (halah). Klo ak ngasih nilai Good aja nanti dibilangnya average, ga menonjol, inget lho suasana kerja sekarang kan kompetitif banget (@.@). Klo ak ngasih nilai Less Good dan bahkan Very Poor (mana mungkin ak mau kasih skor segitu!), ak nanti akan menjadi sangat merendahkan diri sendiri (>.<). Ak dilemaaa… hiksss harusnya penilaian ini datang dari atasan tapi atasnku bilang dia mau fair & memberikan ak ksempatan untuk mengevaluasi diri sendiri yang mana akhirnya sukses membuat ak dilema besar2an -.-

Klo bicara mengenai tolak ukur mengapa kita bisa memberikan skor tertentu untuk performance kita, tentu masing2 memiliki tolak ukur tersendiri, yang mana parameternya kita sesuaikan dengan segala aspek yang melekat termasuk  ability kita, kondisi & situasi plus lingkungan yang kita hadapi. Problem yang ak kuatirkan klo ternyata tolak ukur yang ak pake tersebut tidak sesuai atau bahkan berlawanan dengan tolak ukur atasanku (gawat dunk @,@). Mungkin karena alasan tersebut juga, si atasan memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengukur diri sendiri? yach metode yang cukup fair sie, asal jangan nanti bawahan uda cape2 merenung & memberikan nilai dengan susah payah, besoknya dibantai semua oleh atasan & diganti dengan penilaian subjektif si atasan, bisa nangis darah tuch bawahannya ^^ Hopefully atasanku bukan individu macam demikian, Amen…

Alhasil, malam sabtu ini sambil menulis @alittlebeezy, ak berusaha, berupaya dan mencoba dengan keras untuk meracik formula yang tepat guna mengisi si lembar evaluasi yang masih tergeletak manis & polos di mejaku. Ak ingin memberikan kesan bahwa ak memang pede & cukup puas (cukup puas means belum puas sepenuhnya. Human basic characteristic: tidak pernah puas) dengan hasil kerjaku selama ini tapi ak juga ga mau sampai takabur & yang paling penting jangan sampai memberikan penilaian yang bisa menimbulkan kesan negatif… Yup setinggi dan semulia itu lah cita2ku malam ini, ditemani secangkir teh hangat semoga misi ini bisa terlaksana dengan sukses sehingga besok ak bebas menikmati weekend tanpa terbebani pe er. Sebagai bonus karena rela meluangkan waktu membaca curhatku ini, ak kasih link aja ya, masih berhubungan dengan topik obrolan – tentang 10 karakter pekerja berdasarkan gairahnya, nice artikel, menarik lho, silahkan dinilai anda, teman kerja anda dan bahkan atasan anda termasuk karakter yang mana ^.^

http://www.tabloidbintang.com/gaya-hidup/psikologi/16263-10-karakter-pekerja-berdasarkan-gairahnya.html

Food Attack ^.^

Foody Foody Foody… hmmm mamammia ^0^

Gemar makan? Mencoba mempraktekkan aneka resep baru nan menggoda? Suka berpetualan kuliner? Intinya, suka kah anda berada disekeliling makanan, makanan, dan makanan? Jika iya, anda sudah berada di jalur yang benar, tepat seperti saya 🙂

Belakangan ini seni kuliner sedang menjadi trend baru, terutama di layar kaca kita. Coba perhatiin hampir setiap stasiun tv pasti memiliki spot untuk acara kuliner, minimal menyelipkan segmen kuliner dalam acara2 reguler mereka. Ak sendiri suka mengklaim diri sebagai pencinta kuliner walau disadari ga punya bakat memasak sama sekali ;( ak suka berpetualang kuliner, mencoba jenis2 makanan baru, mereview restoran2 baru, membaca tentang hal2 yang berhubungan dengan makanan dan ga ketinggalan menyaksikan acara berbau kuliner dengan setia di layar kaca.

Ak suka acara memasak AROMA oleh bu Siska, masakannya praktis, tangannya tangkas, dalam waktu setengah jam sudah berhasil membuat 4 hidangan, klo soal rasa ak ga berani komen coz blom pernah mempraktekkan, tapi mengingat reputasi bu Siska, sepertinya rasa sudah ga usa diragukan lagi. Kadang2 ak juga nonton ALA CHEF dari si celebrity chef nan sexy, Farah Quinn. Errr…ngga terlalu enjoy liat dia masak, mungkin karna gaya dia yang lebih menonjolkan aura sexynya ketimbang masakan yang diolah, no offense for 4 fans ^^ Ada lagi acara GULA GULA oleh chef Bara, ak suka masakannya banyakan dessert yang cantik2 & masaknya juga dengan cara kasual tapi kadang bahan2 yang dipake suka ga familiar. Pelajaran memasak dari bule juga bisa didapat dari acara RACHEL RAY SHOW, ini sebenernya acara talkshow tapi Rachel yang jago masak ini selalu menyelipkan beberapa tips & resep2 praktis nan sehat dalam acaranya. Asik lho ngeliatan Rachel yang imut tapi cekatan ini memasak, gaya masaknya rada2 slebor gitu tapi hasil masakannya keliatan menggoda. Masih ada beberapa acara memasak yang jarang2 ak ikuti seperti SENDOK GARPU, KUNGFU CHEF, FOOD VAGANZA d-el-el…terlalu banyak ngikutin jadi pusing sendiri padahal skill memasaknya ga nambah2 juga (iyalah secara ga pernah praktekin, nonton teori nya doank >.< )

Selain acara pelajaran memasak, ak juga gemar nonton acara reality show berbasis masak-memasak. As I said on my previous post, I’m a huge fans of reality show. Ak penonton setia acara TOP CHEF yang sudah memasukin season 7. Berhubung ga tayang di Indo, mau ga mau ak usaha sampe nyari divx nya buat ngeliat aksi2 peserta yang berkompetisi dengan ide2 segar & hasil masakan yang kadang2 di luar bayangan. I love the host, Padma Laksmi – wanita India yang anggun & ga takut menyantap makanan walaupun bodynya sesexy gitar Spanyol, admire her 🙂 Season yang paling ak suka adalah season 6 ketika 2 kakak beradik Voltagio sama2 bersaing memperebutkan gelar Top Chef di final, sama2 cakep & berbakat, sempat bingung mau dukung yang mana, akhirnya pilihanku jatuh pada si adik, Michael yang juga terpilih sebagai pemenang. TOP CHEF memiliki beberapa spin off yang juga ak ikuti, seperti TOP CHEF MASTER – ini kompetisi memasak para koki yang sudah bergelar master & memiliki reputasi international, seru aja ngeliat koki2 yang sudah terkenal seantero jagat berkompetisi memperebutkan gelar & masakannya so pasti terjamin bintang lima lah; TOP CHEF JUST DESSERT – seperti judulnya, hanya khusus membuat dessert, benar2 tontonan sekaligus kompetisi yang memanjakan visualisasi dengan tampilan kue2 elok nan menggoda iman. Ak suka pemenang season 1 nya, Yigit Pura, kuenya cantik2, he deserves to win & dia sendiri pun semanis kue2 buatannya 😉 Ga sabar nungguin season2 berikutnya…ayo dunk tivi Indo tayangin biar ak ga susah2 nyari divxnya…

Reality show lokal pun ga ketinggalan kutonton, yang ak ikutin adalah Master Chef Indonesia, sayang ini ga nonton dari awal soalnya sempat remehin reality show lokal ^.^ ternyata tontonannya cukup asik walau kebanyakan drama & pesertanya kadang lebay tapi masakannya kreatif terutama di segmen Inovasi. Acara ini saduran resmi dari program Master Chef yang tayang di luar, ada MC US, MC Australia, MC Greece, MC Phinoy etc…huaaa kepingin nonton yang versi luar, cari dimana lagi hikkksss -.- ada juga reality show yang terkenal kejam, KITCHEN HELL yang belum sempat ak tonton – disebut kejam coz denger2 kompetisinya benar2 ketat & jurinya the famous chef in the world, Gordon Ramsay terkenal dengan kekejamannya…ups kyknya rada2 serem hehehe… apa karna si Gordon lidahnya setajam chef Juna, juri Master Chef Indonesia itu? hmmm…nanti klo uda nonton pasti ak review^^ Plus 1 lagi program yang ak incer sekarang, America’s Next Great Restourant; perpaduan antara reality show Top Chef & The Apprentice,  jadi acara ini menggabungkan keahlian memasak dengan konsep bisnis kuliner karena di akhir acara, pemenang akan diberikan kesempatan untuk membuka resto sendiri dengan konsep yang sudah diterima oleh investor alias juri acara ini; premis yang sangat menjanjikan…worth to watch!

Yang membahagiakan, dalam waktu dekat ini, tepatnya mulai sbt-minggu awal Oktober , ada 2 acara  berhubungan dengan seni kuliner yang siap tayang di tivi Indo horeee ^_^ 1st JUNIOR MASTER CHEF, tayang setiap sbt-minggu jam 7 malam di televisi Inspirasi keluarga, B Channel. Yup ini kompetisi memasak versi luar nya Master Chef, tapi uniknya yang berkompetisi adalah adik2 kita yang masih duduk di bangku menengah (atau dasar yach?) dan diuji oleh juri2 profesional dunk pastinya. Ga sabar nungguin tayangan perdananya sabtu ini, berhubung belum nonton, komennya nanti2 aja ya^^ Acara kedua masih berhubungan dengan kuliner, siap2 kelaparan menyaksikan aksi memasak nan memukau plus aneka hidangan lezat yang disajikan secara musikal oleh aktor & actress yang ganteng & cantik. Format acaranya berupa drama musikal, berkisah tentang seorang chef baru yang lulus dari sekolah kuliner & mulai memasuki persaingan keras dunia chef dengan bekerja di restoran orangtuanya. Tentu aja akan ada banyak intrik2 ala soap opera yang dipaparkan termasuk resep2 masakan sedap yang siap diluncurkan. Salah satu pendukung acara ini adalah Christian Bautista, si ganteng melankolis asal Filipina 🙂 catet baik2, 13 episod awal siap menemani hari malam minggu kamu, 21.30 WIB di stasiun tv berita, Metro TV. Senangnya begitu banyak program kuliner siap disantap eh mengudara maksudnya ^-^, persoalannya cuma 1, hari & jam penayangan yang kurang tepat…hmmm klo tayang malam minggu, gimana bisa nonton??? kan malam minggu harinya jalan-jalan, gubrakkk dah @.@

From Matsuri with Rabu (2)

Ayooo…mari dilanjutkan ceritanya ^-^

Selain cerita soal makanan yang ga bakal ada habis2nya itu, ak juga mau crita sekilas tentang performance yang dihadirkan. Ada arak2an Mikoshi, Dashi, dan Oyahasi  (susah dijelaskan & sukar dideskripsikan, tengok aja foto penampakannya di bawah yach). Yang jelas arak2an ini dikomando oleh kakek2 jepun yang membawa2 kipas raksasa warna merah & mereka berteriak2 “Soya” ato “Joya” & mukul2 taiko sepanjang arak2an berlangsung. Ga ketinggalan juga pertunjukkan akrobatik oleh gadis2 jepang yang putih mulus & lincah banget itu. 3 words to describe: seru, energetic & menegangkan! Penampilan band2 jepang yang vokalisnya bisa berbahasa indo juga seru. Mereka menyanyikan lagu2 anime seperti Doraemon (dinyanyiin versi Indo-nya juga), Saint Seiya (duhhh ada yang berasa nostalgia nie, afal banget sm lagunya & semangat 45 gitu nyanyinya…berasa ga ya orgnya ^^) dan lagu dorama juga (True love-nya Fuji Fumiya…asikkk).Vokalis cewenya ga gitu cantik, manis sie iya, tapi ada 1 vokalis cowo yang nyanyiin lagu saint seiya klo lagi copot kacamata, cukup good looking juga (wakkakak siap2 dipentung pake panci @.@)

Laporan selintas pandangan mata: Banyak cosplayer yang bersliweran dengan kostum ajaib andalan masing2. My bf sempat foto bareng 2 cosplayer yang pake kostum naruto hahaha, next time jangan lupa ikutan pake kostum juga ^-^ ada juga gadis2 jepang, ibu2 dan bahkan cowo2 & bapak2/kakek2 yang tampil tradisional dengan busana yukata musim panasnya, seru banget liat pemandangan seperti ini serasa di jepang beneren (*ngarep*). Bahkan di salah 1 stand ada yang SPG nya bermake up seperti geisha (wajahnya dilukis beneren tapi sayang ak ga bisa mastiin ini beneren gadis jepang ato indo). Ngomong2 soal stand, me & my bf juga sempat bergaya di stand yamaha dengan moge highlandernya sambil make kostum (selapis baju corak jepang gitu). saat ak mencoba naik ke motornya, ga sengaja high heels ak nyentuh bagian moge nya, kliatan banget si penjaga stand (org jepun nie) rada2 cemas gitu, buru2 dia oles2 bagian yang tersentuh setelah ak turun, pdhal ak ga ngegores apa2 lhooo >.< Ak juga sempat dapat balon merah bentuk hati di stand belanja online, Rakuten, sayang balonnya ga dibawa pulang, keburu kelepas disana L

Stand lain yang menjadi incaran pastinya stand souvenir alias pernak pernik coz ak ga bisa jauh dari hal2 semacam ini. Ada stand yang menjual kaos dengan gambar2 & tulisan jepang yang lucu2, sayang harganya ga bersahabat, 150rebu untuk sepotong kaos saja, terpaksa say no. Stand ini juga menjual kalender meja nuansa jepang dengan harga 50rebu/pcs. Sepertinya ini stand hasil kerjasama dengan API Magazine (majalah jepang). Untuk yukata jepang – barangkali yang mau beli dan pake langsung on the spot, harganya 400an rebu selembar, quite expensive terutama karna bahannya pas diraba terasa kasar & corak yang ga gitu menarik. Tas kain bercorak lukisan geisha jepang juga ada, lagi2 dengan harga yang ngga kira2 (gimana mau beli -.-). Stand Daisho yang menjual aneka barang2 jepang dengan 1 harga juga turut hadir. Sebelahnya ada stand pernak-pernik dengan dagangan utama pin tulisan karakter kanji jepang plus artinya dalam bahasa English, juga macam2 gantungan hape bermaterial kayu bergambar khas jepang (ak beli yang bergambar hantu jepang, lucu sie). Ada 1 stand yang bikin ak betah banget berdiri dsana padahal uda kepanasan, stand Sakura Craft. Stand ini menjual pernak-pernik yang ak suka: kokeshi (boneka kayu jepang); washi (boneka kertas jepang), pembatas buku yang cantik2, aneka ganci & gantungan hape juga. Ak berlama-lama disana mikir2 mau beli ini mau  beli itu, akhirnya membawa pulang sepasang jepitan merah bermotif bunga sakura, soalnya yang lain2 lagi2 harganya ga cocok…so sad, mau nangis rasanya hikkksss…

Peramal yang notabene seorang ibu2 jepang pun turut beraksi, 30rebu sekali ramal, dia berbahasa jepang dan didampingi seorang penerjemah. Sayang pas kami tiba, antrian sudah ditutup, baru dibuka lagi malamnya. Ada juga ibu2 lain yang menunjukkan keahlian menulis kaligrafi nama dalam kanji jepang diatas selembar karton yang sudah dihiasi washi yang kita pilih. Harganya sama, 30rebu juga, pas ak sampe lagi2 washinya sudah terjual habis >.< Oh ya kami juga sempat belajar main sejenis “taiko kecil” (duh ngga tau namanya), alat permainan dari kayu yang bisa menghasilkan bunyi2an & dipake untuk mengiringi beberapa tarian tradisional jepang. Yang bikin salut, orang jepang ini sangat peduli sama lingkungan ternyata. Banyak spot tempat sampah yang disediakan, dengan 4 macam kategori sampah: sampah kering, sampah basah, yang bisa didaur ulang & yang ga bisa didaur ulang. Masing-masing spot ini dijaga 1 orang (org jepun) yang ga sungkan2 mindahin sampah (tentunya menggunakan penjepit) yang dirasa ga sesuai kategorinya. Salut!

Kebersamaan di matsuri diakhiri dengan penampilan kolaborasi band jepang bersama anak2 pemain angklung melantunkan medly Kokoro no Tomo & Kemesraan. Suasana menjadi akrab, nyaman & bersahabat 🙂 Puncak acara kami menuju panggung kecil di tengah lapangan tempat Bon Odori dilangsungkan. Beberapa penari siap di atas stage, mukul2 taiko, musik dimulai dan bon odori pun berlangsung. Peserta festival ikut ambil bagian, menari berputar2 lingkaran stage kecil tersebut sambil menirukan gerakan2 yang dikomando di atas stage, ga ketinggalan kami juga ikut ambil bagian dunk. Akhirnya rangkaian acara benar2 tuntas tas tas… kami pun bersiap pulang dengan kelelahan dan rasa puas dengan suksesnya festival. btw, tema Jak-Japan Matsuri 2011 ini “Terima kasih Indonesia” untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas sumbangsih Indo pas gempa di Jepang beberapa waktu lalu. silahkan diintip2 foto2 untuk membayangkan kemeriahannya & ditunggu kedatangannya taon depan lho ^.^

           

        

From Matsuri with Rabu ^.^

Simply, the title means ” From Festival with Love ” ^.^

pemilihan judul disengaja supaya lebih catchy, sounds cool & otentik sesuai dengan negara asal si matsuri alias festival 😉 Festival bernama lengkap Jak-Japan Matsuri 2011 ini ak datengin minggu lalu, bertempat di Monas.  Acara ini merupakan puncak dari serangkaian gelaran Jak-Japan Matsuri 2011 yang sudah dimulai sejak tgl 17 Sept lalu dimanamenurut mreka2 si penyelenggara, bertujuan untuk mempererat persahabatan Nippon-Indo. Yang ak ikutin ini adalah closing event-nya; opening event ga bisa dateng coz bentrok dengan festival kuliner ASEAN -.-   Anyway, close event ini sekaligus merupakan puncak acara karna segalanya tumpah ruah disini, dari makanan, kebudayaan, performance, sampe si abang kumis Foke pun hadir jadi tentu bisa dibayangkan kemeriahan plus kerameannya yang tiada tara

Me & my bf arrived at 3 0’clock, sebenernya rangkaian acara uda dimulai dari jem 11 hiksss namun apa daya kami telat – malah ak sempat2nya mimpi buruk baru akan nyampe jem 8 malam @.@  Begitu tiba langsung disambut teriknya matahari & sesaknya areal Monas yang padat merayap itu. Banyak banget stand2 yang uda berdiri, menyambut dan tentu saja menjajakan dagangan masing2. Oh ya, sebelumnya kami (errr sebenernya sie ak “menugaskan” my bf) beli tiket dulu dari jauh2 hari supaya ga kehabisan, antisipasi klo2 si tiket ini ga dijual on the spot.

Dengan begitu tumpah ruahnya pemandangan yang menyambut kami, kami jadi bingung sendiri mau mulai mengeksplorasi dari mana ^^; akhirnya kami mutusin berkeliling dari kiri, tengah, kanan pas deh 1 lap. Stand pertama yang kami kunjungi menawarkan beras asli jepang & macam2 kopi hitam (kyknya produk Indo nie, ada kopi luwak segala). Tentu saja kami ga ketinggalan mencicipi tester yang dsediakan berupa onigiri (mini sekali -.-) yang dicelupkan ke beberapa bumbu plus kopi hitam. Onigirinya enak sekali lhooo…emang beras jepang tiada tandingannya, bumbu2 yang disediakan juga menambah nikmat si onigiri imut itu. Sayang ak ga suka kopi hitam jadi tester kopi untuk nutupin rasa haus aja hehehe. Malangnya stand ini kami datengin untuk tester aja, tidak ada pembelian dsini ^-^

Selanjutnya kami beralih ke stand2 lain yang masih berjejeran, kebanyakan masih menawarkan makanan macam2 seperti MOS burger (rice burger ala Jepun); takoyaki & okonomiyaki (ini jajanan khas festival, skip coz kita uda sering nyobain di fest2 sebelumnya); ramen, udon & soba (keluarga mie terpaksa diskip dulu, termasuk makanan berat nie, nanti2 aja deh dipertimbangkan klo uda sorean); sate ala jepang (ada sate ayam, ada juga dang-o alias sate bakso ikan – belum disentuh nie, mau liat2 stand yang lain dulu ahhh); kakeshi (duh bener ga ya namanya – ralat klo salah, kurang lebih mirip2 crepes, isinya sejumput sayuran gitu trus klo mau ditambahin telur mata sapi di luarnya juga bisa); ringo ame (alias permen apel, buset dah stand ini panjang bener antriannya – gomen ne, kami ga mau ikutan antri, uda pernah makan ringo ame di festival dahulu & nurut my bf, ini makanan yang susah banget dimakan ga habis2 hahaha… for info aja, basically snack ini berupa apel yang dilapisi gula yang mengeras gitu jadi kita seolah2 makan permen tapi bgitu si cangkang pecah, keliatan apel merahnya sebiji nyembul, unik juga ya :). Masih ada lagi jajanan2 lain seperti kue ikan (kue ala jepun, berisi kacang merah nan manis atau keju); es serut (sesuai tema festival musim panas di jepang maka disediakan minuman yang dingin2); yakimeshi (nas gor ala jepang); cup noodle (merk nissin), takoyaki & okonomiyaki lagi (duh dua jajanan ini kayanya mendominasi banget sampe ada lebih dari 1 stand yang jualan).

Sooo apa aja jajanan yang kami nikmati disini? hmmm… pertama kami pilih si kakigori a.k.a es serut coz udara yang sangat amat panas nian. Stand kakigori yang kami datangi menawarkan es serut dengan pilihan rasa sirup melon & sirsak. sayang begitu giliranku tiba, sirup melon nya habis >.<  jadi ak mesen yang sirsak. Pas dapet jadi menyesal stengah idup haizzz… pesanan yang ak order dengan suka cita ternyata hanya berupa balok es diserut sebanyak 1 mangkok styrofoam dikasi sirup sirsak yang berwarna putih pula jadi seakan2 bener2 cuman es putih semata plus lagi keselnya harganya itu lhooo…nyesek ah 15rebu buat semangkuk es macam gini, kapok dot com dah…my bf said stand ini mungkin yang meraup keuntungan paling banyak secara dia cuman modal es+sirup dan antriannya berjibun pula; hadohhh tolong dunk next harga direvisi dikit. Tapi “bencana” si kakigori ini ga menyurutkan niat kami untuk mencoba jajanan lainnya. Berturut2 kami coba yakimeshi, yakitori (nama beken buat sate ayam jepang), noodle nissin, kakigori (lagi!!! tapi ini stand yang lain) & ga lupa membeli kue ikan untuk oleh2 dirumah. Yakimeshi (nasgor) nya ga gitu enak klo ak bilang, nasinya agak lembek & isinya kurang banyak; mungkin karena dimasak langsung dalam porsi gede jadi rasanya ga terkontrol dengan baik, maklum dah makanan festival -.- pdhal yakimeshi di resto2 jepun biasa enak & sesuai selera lho. Cup noodle nissin nya juga agak mengecewakan, bumbunya kurang berasa jadi agak2 hambar. Yakitori nya enak ^^ , si kue ikan juga enak terutama yang isinya kacang merah. Untuk kakigori kedua yang kami coba, ternyata enak hehehe beda banget sama yang pertama tadi… walaupun porsi lebih kecil tapi sirupnya (kami pilih grape) ga pelit2 amat & kita bisa milih sendiri topping yang kita mau (azuki/pasta kacang merah, buah2an coctail & masih ditambah astor juga), ga rugi dah kali ini ^.^

And the story continues to next page biar ga kecapean bacanya *.*

Blog at WordPress.com.